Translate

Kamis, 02 Juni 2011

Apakah arafah?

Hari Arafah sama dengan hari kesembilan Dhulhijjah. Merupakan hari disempurnanya agma. Yang jatuh sekitar tanggal 6 November, 2011.

“Di antara peristiwa moralitas dan perpindahan yang luar biasa yang terjadi pada kesempatan Haji, terdapat hari yang mulia dan doa yang dilakukan oleh para jamaah haji, yaitu padang 'Arafah. Umat manusia dari seluruh dunia berkumpul di tempat ini untuk memohon ampun pada Allah melalui Talbiyah dan memohon  pada Allah, menyerahkan diri sepenuh hati meminta rahmat-Nya disertai dengan ketakutan terhadap Penyiksaan-Nya. Mereka memohon karunia-Nya yang merupkan demonstrasi Islam yang terbesar. Peristiwa ini mengingatkan satu peristiwa yang yang luar biasa, yaitu hari kiamat di mana akan dikumpulkan semua umat manusia baik generasi awal maupun terkahir dalam satu tempat, yang merupakan hari penentuan keputusan besar  yang akan menentukan nasib umat manusia. Setiap orang akan tahu apakah  keputusannya  untuk menikmati kenikmatan dan kebahagian yang kekal atau mendapatkan penderitaan yang paling menyakitkan."
Diambil dari buku yang  berjudul:  el Hadj wa Tahdhîb e-nufus Sheikh 'Abd el e-Razzaq' Abbad (168-176). Kehadiran para jamaah di Arafah adalah suatu hukum yang sakral, tanpa hal ini haji tidak sah. Semua jamaah haji berkumpul disini pada hari ini (hari ke-9 bulan Dhoul Hijja), semua rukun yang dilakukan ditempat ini sepanjang hari ( hari ke-9 bulan dzulhijah), sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad (SAW sallallâhou), selama ibadah hajinya yang unik di hégirien, 10 tahun, yang diikuti oleh beberapa ratus dan dua puluh ribu peziarah, pengikut. Ketika Nabi Muhammad (SAW sallallâhou), ditanyai oleh salah seorang sahabat  tentang pentingnya hari ini, beliau menjawab: "Tidak ada hari lain di mana Allah menyelamatkan jumlah terbesar manusia dari neraka, seperti yang dilakukan oleh Arafah".
Dan ia dianjurkan untuk orang yang beriman pada hari Arafah ini, untuk berpuasa di tempat mereka berada.
Hari Arafah adalah hari besar, tampak seperti pada hari ketika semua manusia akan bereinkarnasi kemudian bersiap-siap menunggu putusan Allah. Sesungguhnya, mereka yang menjadi milik Arafah meninggalkan keluarga mereka dan hubungan dekat mereka, harta mereka dan urusan mereka, semua berkumpul dengan pakaian yang sama, yang disukai Allah. Mereka menghabiskan waktu mereka untuk membaca Al Qur'an, untuk mengingat Allah (zikir) dan memanjatkan doa (dou 'a) pada Nya. Semua umat ingin menggunakan kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Allah. Mereka datang, jutaan umat manusia, bukan untuk wisata, bukan untuk beristirahat, bukan untuk mencari sesuatu yang eksotis, atau untuk bersenang-senang. Mereka tidak datang untuk bisnis. Mereka datang dengan satu panggilan saja dan tujuan akhir: mematuhi Allah, pada Dia, seperti Dia, mengakui Ke-Esa-an-Nya, Kekuasaan-Nya, memohon berkah Nya dan ridhoNya.
Ketika mengikuti contoh mereka, kita yang tidak dapat hadir di tempat yang mulia ini, sebagaimana dikatakan Nabi (sallallâhou alayhi wa sallam), menyuruh kita untuk berpuasa hari ini, dan untuk mengisi hari ini dengan doa, mengingat dan berdoa pada Allah. Kita tidak diperbolehkan untuk menghilangkan hari ini, kesempatan ini, jika kita ingin, agar kita juga, menjadi antara orang-orang yang akan diselamatkan dari neraka.

Dan ketika matahari tiba di pada porosnya, kemudian diumumkan hari akhir Arafah, usahakan memperbanyak memuja Allah, mnyeru nama-Nya dengan menangis, menyerukan dengan suka cita. Apayang dilakukan disini berlipat ganda dan meningkat, bagi yang beriman tidak menginginkan ini permohonan terkhir, berharap matahari terbenam lama agar dapat memanfaatkan waktu tersebut. Karena beberapa saat setelah matahari terbenam, harus meninggalkan Arafah, meninggalkan padang Arafah dan menuju Mina, melalui Muzdalifa, dalam kerendahan hati, dalam kedamaian. Lautan manusia, pria, wanita, kulit hitam, putih, orang muda, orang tua, berjalan kaki, dengan kendaraan, dengan pakaian yang sama, dengan lafal yang sama:
"Labbeyk allouhamma labbeyk", aku memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah, ya aku memenuhi panggilanmu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kekuasaan adalah kepunyaan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.
Yang dapat merasakan saat-saat keimanan yang kuat hanya mereka yang pergi dan memenuhi  panggilan Haji semuanya karna Allah, sulit dimengerti dan tak terbayangkan bila umat Islam dapat menghabiskan uang dan waktu mereka dalam perjalanan kenikmatan dan wisata, sementara mereka belum memenuhi kewajiban ini.

Ibadah haji  diharuskan hendaknya hal yang pertama kali dilaksanakan, dari uang yang dikumpulkan. Dan orang hanya diharus naik haji sekali, seumur hidupnya, pada tempat-tempat suci diberkati yang dilalui oleh Nabi Muhammad (SAW sallallâhou), yang menyaksikan kelahiran Nabi ini, Islam, tempat-tempat yang memberikan bukti dari wahyu ilahi, oleh karena itu hal ini  tidak akan dapat ditemukan di tempat indah lainnya, lebih hidup, semakin besar ide-ide segar didapatkan, lebih megah dibandungkan dengan Masjid Besar ini, padang Arafah, wilayah Mina, dan akhirnya tetapi bukan yang terkahir yaitu makam Nabi (SAW sallallâhou).
http://id.go-makkah.com/dossier/articles/268/Apakah+arafah%3F.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar